
Buat lo para metalhead yang doyan musik berat tapi nggak asal gebuk doang, pasti udah nggak asing lagi sama band Obscura. Band asal Jerman ini jagoannya technical death metal, genre yang ngasih lo paduan brutalnya death metal dengan skill teknikal yang gila-gilaan. Nah, salah satu mahakarya mereka yang sampai sekarang masih jadi pembahasan adalah album Omnivium, yang rilis tahun 2011. Buat lo yang belum sempet ngulik, atau malah baru denger namanya, sini deh merapat! Kita bahas tuntas kenapa album Omnivium ini layak jadi koleksi wajib buat penggila musik berat yang pinter.
Sekilas Tentang Obscura: Si Dewa Tek-Death dari Jerman
Sebelum bahas albumnya, kenalan dulu yuk sama bandnya. Obscura dibentuk tahun 2002 sama Steffen Kummerer, yang masih jadi otak di balik band ini sampai sekarang. Mereka dikenal karena gaya musiknya yang super teknikal, penuh riff-riff rumit, tempo yang berubah-ubah, tapping bass yang edan, sampai growl yang beneran bikin lo mikir “ini manusia apa mesin?”.
Obscura punya ciri khas nyampurin death metal dengan elemen jazz, fusion, dan progresif, bikin musik mereka nggak cuma keras, tapi juga kompleks dan berkelas.
Omnivium: Album Ketiga yang Makin Matang
Omnivium adalah album ketiga Obscura, rilis di bawah label Relapse Records tanggal 29 Maret 2011. Setelah dua album sebelumnya (Retribution dan Cosmogenesis) ngebentuk fondasi musik mereka, Omnivium bener-bener nunjukin kedewasaan mereka, baik dari segi penulisan lagu, sound, sampai produksi.
Kalau lo suka death metal yang nggak monoton, penuh detail musikal, dan butuh beberapa kali denger buat nangkep semua lapisan musiknya, album ini cocok banget buat lo.
Tema dan Konsep Omnivium
Salah satu alasan kenapa Omnivium beda dari album death metal kebanyakan adalah karena konsep dan temanya yang filosofis. Lirik-liriknya terinspirasi dari tulisan Friedrich Schelling, seorang filsuf Jerman yang ngomongin soal alam, eksistensi manusia, dan hubungan antara manusia dengan alam semesta.
Jadi, meskipun musiknya berat, liriknya nggak ngomongin gore atau kematian brutal kayak band death metal klasik. Sebaliknya, mereka bahas penciptaan, evolusi manusia, dan filosofi tinggi yang jarang disentuh di genre ini.
Daftar Lagu di Album Omnivium
Berikut daftar lengkap lagu-lagunya, yang semuanya punya karakter kuat dan teknik gila:
- Septuagint – 6:51
- Vortex Omnivium – 5:40
- Ocean Gateways – 5:42
- Euclidean Elements – 5:27
- Prismal Dawn – 5:05
- Celestial Spheres – 5:38
- Velocity – 4:36
- A Transcendental Serenade – 6:11
- Aevum – 9:15
Total durasi albumnya sekitar 54 menit. Cukup panjang buat sebuah album metal, tapi lo nggak bakal bosen karena tiap lagu punya ciri khas sendiri.
Highlight Lagu-Lagu Penting di Omnivium
1. Septuagint
Pembuka album yang udah langsung bikin kepala nyut-nyutan. Dari intro clean yang dreamy, langsung meledak ke riff berat nan teknikal. Lagu ini kayak pamer kemampuan teknikal mereka, lengkap dengan solo gitar yang mindblowing.
2. Vortex Omnivium
Salah satu lagu yang gampang diinget karena riff catchy-nya, meskipun tetep rumit. Growl Steffen di sini dalem banget, dan drumnya Hannes Grossmann bener-bener presisi.
3. Ocean Gateways
Ini bisa dibilang lagu paling “doom” di album ini. Tempo lambat, berat, dan atmosferik, bikin lo ngerasa kayak tenggelam di dasar laut gelap. Growl-nya super dalam, bahkan mirip suara monster bawah laut!
4. Euclidean Elements
Salah satu track paling kompleks, dengan tempo yang sering berubah-ubah. Bass fretless dari Jeroen Paul Thesseling di lagu ini bener-bener bikin melting. Kesan jazz fusion-nya kuat banget.
5. Aevum
Track penutup yang epik. Berdurasi lebih dari 9 menit, lagu ini kayak perjalanan panjang yang ngalor-ngidul tapi tetep asik diikutin. Ada bagian clean, growl brutal, solo gitar keren, lengkap!
Personel Obscura di Album Omnivium
- Steffen Kummerer – Vokal & Gitar
- Christian Münzner – Gitar Lead (ex-Necrophagist)
- Jeroen Paul Thesseling – Bass Fretless (ex-Pestilence)
- Hannes Grossmann – Drum (ex-Necrophagist)
Formasi ini sering dibilang “line-up terbaik Obscura” karena skill masing-masing personel yang udah dewa semua. Mereka kayak dream team-nya technical death metal.
Produksi dan Sound di Omnivium
Album ini direkam di Woodshed Studio, Jerman, dan diproduseri sama V. Santura (Dark Fortress, Triptykon). Sound-nya bersih banget buat ukuran death metal, tapi nggak kehilangan rasa berat dan gelapnya.
Yang paling kerasa, tiap instrumen punya space sendiri. Bass fretless Jeroen jelas banget kedengeran, nggak ketelen gitar atau drum. Gitar Christian juga tajem, dengan solo yang melodik meskipun penuh tapping dan sweep picking.
Kenapa Lo Harus Dengerin Omnivium?
- Teknikal, tapi tetep enak dinikmatin. Nggak semua band tech-death bisa bikin lagu kompleks yang tetep catchy, dan Obscura berhasil di sini.
- Liriknya beda! Kalau lo bosen sama tema gore atau satanic, album ini bahas filosofi tinggi yang bikin mikir.
- Produksi kelas atas. Sound yang jernih bikin semua detail musik mereka kedengeran.
- Line-up impian. Christian Münzner, Hannes Grossmann, Jeroen Thesseling… udah nggak perlu dijelasin lagi skill mereka!
- Album penting buat perkembangan tech-death. Banyak band sekarang yang terinspirasi sama gaya Omnivium.
Pengaruh Omnivium di Dunia Metal
Sejak rilis, Omnivium langsung dapet sambutan positif dari kritikus dan fans. Album ini jadi acuan buat band-band tech-death lain, dan buktiin kalau death metal nggak harus soal kekerasan doang, tapi bisa juga intelektual dan filosofis.
Band kayak Beyond Creation, Allegaeon, sampai Archspire banyak dapet pengaruh dari gaya musik dan sound Obscura, terutama era Omnivium.
Fakta-Fakta Seru Tentang Omnivium
- Lagu “Ocean Gateways” punya video klip yang super gelap dan atmosferik.
- Jeroen Paul Thesseling main bass fretless 7-string, bikin sound bass di album ini unik banget.
- Album ini sempet masuk chart di Jerman, meskipun genre-nya underground.
- Banyak fans yang bilang album ini kayak “Cosmogenesis versi lebih gelap dan dewasa”.
Omnivium, Perpaduan Brutalitas dan Kecerdasan Musik
Kalau lo suka musik metal yang berat, cepat, tapi juga cerdas, Omnivium adalah album wajib. Obscura nggak cuma nunjukin skill gila di sini, tapi juga bikin musik yang punya rasa dan makna. Dari riff gitar yang ribet, drumming presisi, sampai lirik filosofis, semua elemen di Omnivium kayak simfoni buat penggemar metal yang doyan tantangan.
Jadi, nggak ada alasan buat lo nggak nyobain dengerin Omnivium. Siapin headphone atau speaker mumpuni, nyalain album ini dari awal sampai akhir, dan rasain sendiri kenapa Obscura jadi raja di dunia technical death metal!