Blink-182 Band Pop Punk yang Gak Pernah Kehilangan Selera Humor (dan Hati)

blink 182
blink 182

Kalau lo ngomongin band yang sukses nyatuin musik catchy, lirik kocak, dan energi remaja abadi, maka Blink-182 gak bisa lo lewatin. Band ini bukan cuma sekadar trio pop punk dari California, tapi juga ikon budaya anak muda akhir 90-an dan awal 2000-an. Musik mereka jadi soundtrack masa remaja buat jutaan orang di seluruh dunia—baik yang galau, yang naksir sahabat sendiri, sampe yang cuma pengin joget sambil loncat-loncat di kamar.

Blink-182 itu kayak temen sekolah yang selalu ngajak bercanda, tapi kalau lo lagi down, dia juga bisa jadi tempat curhat. Dari lagu-lagu iseng sampai lirik penuh makna, Blink berhasil nyentuh banyak sisi dari kehidupan anak muda. Dan yang paling gokil? Mereka masih eksis sampai sekarang, bahkan makin solid setelah drama-drama yang sempat bikin fans galau.

Awal Mula Blink-182: Dari Garasi ke MTV

Blink-182 dibentuk tahun 1992 di Poway, California. Formasi awalnya:

  • Mark Hoppus (bass, vokal)

  • Tom DeLonge (gitar, vokal)

  • Scott Raynor (drum)

Mereka mulai dari scene skate punk lokal, main di klub kecil, dan ngerilis demo indie. Tapi semuanya berubah pas mereka rilis album Dude Ranch (1997), yang punya lagu ikonik “Dammit”. Lagu ini langsung bikin mereka dilirik label besar.

Sayangnya, di tengah tur besar, Scott Raynor keluar (karena masalah pribadi dan alkohol), dan posisinya digantikan oleh drummer dewa yang sekarang udah jadi legend: Travis Barker. Masuknya Travis nambahin level musikalitas Blink ke level baru. Drumming-nya beringas tapi rapih, teknikal tapi tetap fun.

Enema of the State: Ledakan Pop Punk Global

Tahun 1999, Blink-182 ngerilis album yang jadi titik balik karier mereka: Enema of the State. Lagu-lagu kayak “What’s My Age Again?”, “All the Small Things”, dan “Adam’s Song” langsung meledak di MTV dan radio.

Video klip mereka kocak abis, kadang absurd, kadang mesum, tapi selalu fun. Mereka bener-bener ngebawa energi “anak band yang gak mau tumbuh dewasa”, dan orang-orang jatuh cinta. Tapi jangan salah, di balik jokes dan kekonyolan, mereka juga punya sisi emosional yang dalem—contohnya “Adam’s Song” yang ngebahas soal depresi dan bunuh diri.

Album ini terjual jutaan kopi dan bikin Blink jadi pionir pop punk era 2000-an. Mereka bukan cuma ngubah scene musik, tapi juga jadi inspirasi buat band-band kayak Simple Plan, All Time Low, hingga 5 Seconds of Summer.

Take Off Your Pants and Jacket: Puncak Kekonyolan dan Kegalauan

Tahun 2001, mereka rilis album dengan judul paling Blink-182 banget: Take Off Your Pants and Jacket. Isinya masih kocak, tapi lebih variatif secara musik dan tema.

Lagu kayak “First Date”, “The Rock Show”, dan “Stay Together for the Kids” nunjukin sisi band yang makin dewasa. Mereka tetap ngelucu, tapi juga berani ngebahas masalah keluarga, hubungan, dan tekanan hidup.

Album ini makin ngebuktiin bahwa Blink bukan cuma band buat lucu-lucuan. Mereka punya range yang luas, dan fans mereka tumbuh bersama lagu-lagu itu.

Album Self-Titled & Masa Transisi

Tahun 2003, Blink ngerilis album self-titled yang lebih gelap dan eksperimental. Lagu kayak “I Miss You” jadi anthem patah hati, sementara “Feeling This” nunjukin sisi musikalitas yang makin kompleks.

Album ini nunjukin Blink yang udah mulai bertransformasi. Tapi sayangnya, gak lama setelah itu, Tom DeLonge keluar dari band. Blink sempat vakum dan bubar gak resmi. Sementara itu, Tom bikin band baru (Angels & Airwaves), dan Mark serta Travis bikin proyek bernama +44.

Reuni, Vakum Lagi, Masuknya Matt Skiba, dan Kembalinya Tom

Tahun 2009, mereka reuni setelah Travis selamat dari kecelakaan pesawat yang hampir merenggut nyawanya. Mereka ngerilis album Neighborhoods (2011), tapi chemistry-nya gak sekuat dulu. Di 2015, Tom resmi keluar lagi (drama klasik Blink), dan posisinya diganti oleh Matt Skiba dari Alkaline Trio.

Dengan Skiba, Blink rilis album California (2016) dan Nine (2019), yang cukup diterima fans walaupun nuansanya beda. Tapi tetap aja, banyak yang kangen formasi asli.

Dan boom! Tahun 2022, Blink ngumumin bahwa Tom balik lagi! Fans histeris, tiket tur sold out, dan mereka rilis album baru One More Time… (2023), yang bisa dibilang jadi semacam rekonsiliasi emosional dari semua drama mereka.

Lagu-Lagu Wajib Blink-182

Buat lo yang baru mau nyemplung ke Blink-182, ini daftar lagu yang wajib banget lo dengerin:

  • What’s My Age Again?

  • All the Small Things

  • I Miss You

  • Adam’s Song

  • First Date

  • The Rock Show

  • Stay Together for the Kids

  • Feeling This

  • Bored to Death

  • One More Time

Kenapa Blink-182 Masih Relevan?

Blink-182 udah lebih dari 30 tahun di industri, tapi mereka tetap relevan. Kenapa? Karena mereka jujur. Gak pernah malu buat ngelucu, gak sok dewasa, dan gak takut buat jadi vulnerable. Lagu-lagu mereka relatable banget buat siapa aja—baik lo anak SMA yang baru naksir orang, atau orang dewasa yang lagi mikirin hidup.

Mereka juga salah satu band yang paling berani buat tumbuh bareng fans-nya. Dari “All the Small Things” yang ceria sampai “One More Time” yang mellow, semuanya punya tempat di hati.

Blink-182 Adalah Teman Masa Muda yang Gak Pernah Pergi

Blink-182 bukan cuma band pop punk. Mereka adalah teman masa muda, yang ngasih tawa di tengah kekacauan hidup, dan ngasih pelukan di tengah kegalauan. Mereka buktiin kalau lo gak harus dewasa secara serius—asal lo bisa jujur sama perasaan sendiri.

Dan sekarang, dengan formasi asli yang kembali utuh, Blink-182 siap ngajak lo semua nostalgia, lompat-lompat, dan mungkin… nangis bareng.

Cause I miss you, I miss you.

Scroll to Top